Showing posts with label Science. Show all posts
Showing posts with label Science. Show all posts

Monday, 9 November 2020

ALANGKAH SEMPURNA, RUMIT, DAN SIBUKNYA JANTUNG CIPTAAN ALLAH SWT

Fakta pada orang dewasa, dalam sehari jantung bekerja memompa darah sekitar 7200 liter. Detak jantung ini yang kemudian memberi tekanan sedemikian sehingga aliran darah jantung bisa mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Angka ini diperoleh dari asumsi bahwa organ yg besarnya sekitar kepalan tangan ini bekerja memompa darah sebanyak 5 liter dalam semenit dan dalam sehari ada 1440 menit. Apa yang bakal terjadi jika jantung ini mengeluh minta cuti lima menit saja? Sayangi jantung kita agar bisa terus menerus bekerja optimal. Caranya bgm menyayangi jantung kita? Salah satunya teratur berolahraga. Ya, semua dokter di seluruh dunia setuju bahwa olah raga yang dilakukan secara rutin dan proporsional dapat mengurangi resiko penyakit jantung. 

Ketika kita berolah raga, denyut jantung meningkat karena jantung memompa dengan lebih kuat untuk mengedarkan lebih banyak oksigen (melalui darah) ke otot-otot di sekitarnya yang bekerja. Hal ini menghasilkan peningkatan aliran darah, dan juga peningkatan volume darah yang kembali ke jantung. Dengan olah raga teratur dari waktu ke waktu, jantung beradaptasi terhadap aliran darah yang meningkat dan jantung kiri menjadi membesar. Hal ini membuat jantung kiri dapat menampung lebih banyak darah dan lebih banyak darah dikeluarkan pada tiap denyut jantung, bahkan pada saat beristirahat. Oleh sebab itu, denyut jantung istirahat pada orang yang rajin berolah raga lebih rendah karena tiap denyut mengantarkan volume darah yang lebih besar, sehingga dibutuhkan denyut yang lebih sedikit.

Sunday, 25 May 2008

Food Crisis solution

Akhir-akhir ini Food Crisis (FC) menjadi salah satu bahan perbincangan yang hangat diantara para pemimpin bangsa di dunia. Akar permasalahannya terletak pada ketidakseimbangan antara kebutuhan dan persediaan pangan. Beberapa negara yang terancam mengalami FC berdasar data yang dikeluarkan oleh FAO adalah Somalia, Zimbabwe, Sudan, dst (Afrika: 21 negara); Iraq, Cina, India, Bangladesh, Nepal, Srilangka, dst (Asia: 10 negara); Dominican Republic, Bolivia, Ecuador, dst (Amerika Latin: 5 negara); Moldova (satu-satunya di Eropa); total 37 negara. Indonesia yand notabene padat penduduknya (lebih dari 200 juta jiwa) mesti bersyukur karena tidak termasuk diantaranya. Akan tetapi kita tidak boleh berpangku tangan karena bagaimanapun FC adalah permasalahan serius. Tentu saja ini sudah bukan lagi permasalahan lokal, namun sudah menjadi permasalahan global yang harus segera dituntaskan bersama-sama seluruh elemen masyarakat di dunia tanpa terkecuali sesuai kapasitasnya masing-masing. Ada 8 (delapan) solusi alternatif yang ditawarkan Marianne Lavelle dan Kent Garber untuk menghadapi atau bahkan "mencegah" terjadinya FC:

1. Menghentikan sementara produksi biofuels
Bahan bakar yang diproduksi dari tanaman seperti jagung, kedelai, dan palm seharusnya dihentikan sementara waktu. Bahkan menurut International Food Policy Research Institute, kebutuhan tanaman untuk bahan bakar di US dan Eropa mencapai kisaran 25% sampai 33% dari total persediaan...Wow...
2. Tingkatkan bantuan pangan
Negara-negara yang surplus pangan hendaknya memberikan bantuan cuma-cuma dan berkala kepada negara-negara miskin dan terancam krisis pangan.
3. Perluasan lahan pertanian
4. Peningkatan produksi pangan
Dapat dilakukan dengan modernisasi teknologi pengolahan pangan dengan tujuan efisiensi dan optimalisasi produksi.
5. Tangkap para spekulan
Para spekulan adalah salah satu dalang langkanya bahan pangan. Dengan motif mencari keuntungan pribadi, wait and see sampai harga melambung baru menjualnya ke pasar, mereka tega "menciptakan" penderitaan rakyat. Nampaknya kata tangkap tidak cukup membuat mereka jera, sehingga perlu ditambah dengan kata adili.
6. Turunkan pajak perdagangan pangan
Thailand sebagai salah satu pengekspor beras di dunia berperan penting dalam pengentasan FC ini, dengan menurunkan pajak ekspor kepada negara-negara miskin.
7. Mengurangi konsumsi daging
Dengan kita mengurangi konsumsi daging ayam, sapi, unggas, dll, maka permintaan pasar akan menurun.
8. Pemerataan kepadatan penduduk dunia
Tidak bisa dipungkiri bahwa di dunia ini terjadi kesenjangan yang cukup mencolok dalam hal kepadatan penduduk. Oleh karena itu diperlukan adanya pemerataan penduduk demi keseimbangan konsumsi pangan.

dari berbagai sumber

Thursday, 24 April 2008

Senam Mata

Selain melatih lengan, kaki, perut, dan dada untuk kebugaran fisik, mata juga ternyata dapat dilatih demi kebaikan indera penglihatan. Memang tak semua pakar sepakat bahwa olahraga mata (eye-robics) dapat membantu mempertahankan penglihatan. Akan tetapi, makin banyak spesialis terapi penglihatan percaya senam mata setiap hari dapat membuat mata Anda awet muda.

"Logika di balik terapi penglihatan ini adalah bila Anda dapat merusak sistem penglihatan karena kebiasaan mengerjakan sesuatu dalam jarak dekat, berarti Anda dapat memulihkannya," kata Steven Ritter, O.D., dari State University of New York College of Optometri di New York City.

Spesialis terapi penglihatan atau vision therapist dapat meresepkan sampai sekitar 280 macam latihan. Wow tapi ingat, tak satu pun dapat mengatasi masalah penglihatan semua orang. Nah tidak ada salahnya bila Anda mencoba beberapa di antaranya:

1.Membaca koran dari jauh
Apabila pekerjaan mengharuskan Anda duduk di depan komputer selama berjam-jam, cobalah yang berikut ini: Tempelkan satu halaman koran pada dinding yang kurang lebih berjarak 2,5 meter dari tempat Anda biasa duduk. Hentikan pekerjaan Anda setiap sekitar sepuluh menit untuk mengarahkan pandangan ke koran tadi. Berusahalah membaca tulisan di koran itu. Kemudian lihat lagi layar komputer Anda. Kerjakan ini berulang-ulang, masing-masing selama 30 detik, sekitar enam kali dalam satu jam. Latihan ini dapat membantu menghindari kekaburan yang sering dialami oleh para pengguna komputer dengan intensitas tinggi.

2. Melempar bola ke dinding
Berdirilah pada jarak sekitar satu setengah meter dari sebuah dinding yang kosong, menghadap ke arah dinding. Minta seorang teman berdiri di belakang Anda kemudian melontarkan sebuah bola tenis ke dinding. Ketika bola itu memantul dari dinding, cobalah menangkapnya. Latihan ini dapat membantu meningkatkan koordinasi tangan/mata Anda.

3. Membaca jempol sendiri
Acungkan jempol Anda sejauh-jauhnya. Buat gerakan melingkar, huruf X dan tanpa +, dekat dan jauh secara bergantian. Ikuti dengan mata Anda. Sementara itu, usahakan menangkap bayangan ruangan dalam medan pandangan Anda sebanyak mungkin. Teruskan latihan ini dengan sebelah mata tertutup. Ulang dengan sebelah mata yang lain. Ini dapat meningkatkan penglihatan periferal Anda.

4. Mengikuti sorotan lampu senter
Latihan yang menyenangkan ini dapat meningkatkan kemampuan Anda mengikuti sebuah benda dengan mata. Latihan ini memerlukan seorang teman dan dua buah lampu senter. Berdirilah di sebuah ruangan yang gelap, menghadap ke dinding. Mintalah kepada teman Anda agar menyorotkan lampunya ke dinding dan menggerakkannya dengan gerakan menyapu membentuk sebuah gelombang. Dengan lampu senter yang Anda pegang, ikuti lingkaran cahaya itu sambil berusaha menyeimbangkan sebuah buku yang diletakkan di atas kepala. Dengan begini Anda terpaksa mengikuti gerak cahaya dengan mata, tanpa menggerakkan kepala.

5. Membaca bola
Tulis sejumlah huruf atau angka pada sebuah bola softball atau bola sepak, pasang sebuah kaitan, kemudian gantung bola itu pada langit-langit dengan seutas tali. Makin kecil tulisan Anda, makin sulit latihan ini. Ayunkan bola itu. Cobalah menyebutkan huruf atau angka yang Anda lihat. Latihan ini membantu Anda tetap terampil mengikuti benda bergerak secara fokus.

source: kompas.com

Tuesday, 25 March 2008

Keajaiban Pisang

Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah kalori 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 mg, serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A 44 RE, Vitamin B 0,08 mg, Vitamin C 3 mg dan air 72 gram.

Kandungan buah pisang sebanyak itu menyebabkan bila orang hanya mengkonsumsinya sudah tercukupi gizinya secara minimal.

Pilih Pisang Berkualitas Terbaik!
Pilihlah pisang yang sudah matang, yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning, sebab ini akan mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorbsi ke dalam peredaran darah, pisang yang mentah akan sulit dicerna.

Berbagai Manfaat Pisang:

a. Sumber Kekuatan Tenaga
Buah pisang dengan mudah dapat dicerna, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot, dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.

b. Untuk Ibu Hamil
Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.

c. Untuk Penderita Anemia
Dua buah pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi.

d. Untuk Penderita Penyakit Usus dan Perut
Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalam segelas susu cair)dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan cholik untuk menetralkan keasaman lambung.

e. Untuk Penderita Lever
Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat.

f. Untuk Penderita Luka Bakar
Daun pisang dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.

g. Untuk Penderita Diabetes
Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yakni pisang khas daerah setempat, merupakan makanan tambahan/pokok bagi orang yang menderita penyakit gula/diabetes melitus, terutama buah pisang goroho yang belum matang, kemudian dikukus dan dicampur kelapa parut muda.

h. Untuk Menjaga Kecantikan
Bubur pisang dicampur dengan sedikit susu dan madu, dioleskan pada wajah setiap hari secara teratur selama 30-40 menit. Basuh dengan air hangat kemudian bilas dengan air dingin atau es, diulang selama 15 hari, akan menghasilkan pengaruh yang menakjubkan pada kulit.

i. Untuk Mengatur Bobot Badan
Pisang juga mempunyai peranan dalam penurunan berat badan seperti juga untuk menaikkan berat badan. Telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4 (empat) gelas susu non fat atau susu cair per hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu, jumlah kalori hanya 1250 dan menu tersebut cukup menyehatkan.

Selain itu, diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. Pada sisi yang lain, mengonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu, buah-buahan, kacang, dan mangga sesudah makan, akan menaikkan berat badan.

Khasiat Lainnya

Sebuah pisang dihidangkan sebagai pertahanan terhadap inflamasi karena Vitamin C dapat secara cepat diproses. Ia mentransformasikan bacillus berbahaya menjadi bacillus yang bersahabat.

Pure pisang ataupun krim pisang (seperti untuk makanan bayi), dapat dikonsumsi oleh pasien yang menderita diare.

Dalam “Medicinal Uses of Bananas” (www.banana.com, 2002) menyebutkan, bahwa pisang mempunyai manfaat dalam penyembuhan anemia, menurunkan tekanan darah, tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu diet, kulit pisang dapat digunakan sebagai cream anti nyamuk, membantu sistem syaraf, dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman lambung, dan sebagainya.

Tanaman pisang secara genetis dapat menghasilkan vaksin yang murah dan sebagai alternatif untuk pertahanan anak dari serangan penyakit. Para peneliti sedang mencoba dari pisang untuk memproduksi antigen untuk coating Virus Hepatitis B. Apabila vaksin Hepatitis B tersebut berhasil akan menjadi sangat murah.

Peneliti lain mengembangkan pisang yang dapat membantu dalam melawan penyakit campak/cacar air, penyakit kuning, polio, dan dipteri. Saat ini, peneliti telah mencoba pada relawan, di mana diperlihatkan 10 persen tekanan darah turun dengan mengonsumsi dua buah pisang setiap hari.

Jadi tunggu apa lagi, mari kita kampanyekan gerakan mengkonsumsi pisang. Mudah mendapatkannya dan jelas manfaatnya.

source: http://gp-ansor.org

Saturday, 19 January 2008

Rahasia dibalik menggeliat dan menguap

Secara alamiah kadang kita melakukan dua aktifitas yang cukup populis yaitu menggeliat dan menguap. Hal ini merupakan akibat kurangnya oksigen di suatu ruangan (diantaranya mungkin jendela yang tertutup rapat, jumlah orang yang tidak proporsional dengan ruangan, dan tubuh yang terbalut selimut) yang menyebabkan badan pegal-pegal dan rasa kantuk. Dalam kondisi semacam ini, tubuh kita secara aktif merespon dengan meregangkan otot dan mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Alurnya adalah, akibat kekurangan sel darah merah maka sel darah tersebut berusaha mengikat oksigen dengan menginstruksi syaraf otak untuk secara reflek menyerap oksigen lebih banyak melalui mulut (di samping juga melalui hidung), itulah yang disebut menguap. Oleh karena itu setelah menguap tubuh kita menjadi merasa lebih enak dan lebih segar. Akan tetapi jangan lupa untuk tetap menjaga adab dalam menggeliat dan menguap.

by Norsa

Saturday, 22 December 2007

Global Warming?

Definition of Global Warming: Gradual increase in the earth's surface temperature.
Popular usage definition: Warming caused by human activity.
Technical term for this: Anthropogenic global warming.
Definition of Greenhouse Gas: A gas, like CO2, which traps the sun's heat.

The debate: Is the observed global warming natural or man made?

Human causes: Carbon dioxide (CO2), e.g. exhaust from cars and power plants.
Natural causes: Some claim the sun is getting hotter.

U.S. Government Position: The Energy Act of 2005 states: "the President shall establish a Committee on Climate Change Technology [which] shall submit to the Secretary and the President a national strategy to promote the deployment and commercialization of greenhouse gas intensity reducing technologies and practices."

History: In 1896 Svante Arrhenius (1903 Nobel Prize in Chemistry) predicted the decrease in CO2 needed to cause past ice ages. He wasn't far off, and it is not a large decrease. This helped confirm the 1859 prediction that human-produced increases in CO2 would cause just the reverse: global warming.

What Causes Global Warming, human activity or the sun? The final answer is not in, but you can see the results so far. (1) Exhaust is clearly the source of CO2. (2) Everyone now agrees the earth is warming. (3) Decide for yourself if warming is better explained by CO2, or the sun's heat.

The Effects of Global Warming. We can see the long-term effects coming in the melting of polar ice and glaciers. But a powerful trend in Atlantic hurricane data indicates we can already see the impact. Katrina was partly the result of a normal weather cycle, but that cannot explain away stronger hurricanes world wide.

Can we Stop Global Warming? It's too late for that, but we can slow it down and lessen its effects. CO2 does not last as long in the air as was once thought, so the big problem is slowing human use of fossil energy, especially coal. (Especially since CO2 goes into the ocean and destroys coral reefs.)

The Amazing History of Global-Warming Science
John Tyndall, an English scientist in the forefront of the ice-age debate of the 1800’s, wondered how the climate could have changed so much. He suspected the atmosphere, which was known to have the ability to trap the sun’s heat. Working in his laboratory, in 1859 he found the most important greenhouse gas was water vapor (H2O), but that carbon dioxide (CO2) was also effective.

In 1896 Arrhenius completed a laborious numerical computation which suggested that cutting the amount of CO2 in the atmosphere by half could lower the temperature in Europe some 4-5°C (roughly 7-9°F) — that is, to an ice age level.

In the 1990’s French and Russian scientists extracted a mile and a half deep ice core from Antarctica. Analysis by an international team found that over the four ice-age cycles in the last 400,000 years, CO2 dropped in step with the temperature but only by about one third, not one half. That could easily be because other greenhouse gases changed with CO2. This is either confirmation of the 1896 prediction, or an amazing coincidence.