Showing posts with label Islamic topics. Show all posts
Showing posts with label Islamic topics. Show all posts

Sunday, 1 November 2020

𝗛𝗔𝗧𝗜 𝗕𝗜𝗦𝗔 𝗕𝗘𝗥𝗞𝗔𝗥𝗔𝗧, 𝗔𝗣𝗔 𝗜𝗬𝗔?

𝖧𝖺𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗋𝗎𝗉𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗋𝗎𝗇𝗂𝖺 𝖠𝗅𝗅𝖺𝗁 𝖲𝖶𝖳 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗉𝖺𝗍𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝗃𝖺𝗀𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗒𝗎𝗄𝗎𝗋𝗂. 𝖧𝖺𝗍𝗂 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗆𝖺𝗄𝗌𝗎𝖽 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇𝗅𝖺𝗁 𝗌𝖾𝖼𝖺𝗋𝖺 𝖿𝗂𝗌𝗂𝗄 𝗇𝖺𝗆𝗎𝗇 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗌𝖾𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂 𝗆𝗈𝗍𝗈𝗋 𝖺𝗄𝗍𝗂𝖿𝗂𝗍𝖺𝗌 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺. 𝖧𝖺𝗍𝗂 𝗂𝗍𝗎 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗆𝗂𝗇, 𝗃𝗂𝗄𝖺 𝖼𝖾𝗋𝗆𝗂𝗇 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝗈𝗍𝗈𝗋 𝗆𝖺𝗄𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗍𝗎𝗅𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖺𝗁𝖺𝗒𝖺 𝗂𝗆𝖺𝗇 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗄𝗌𝗂𝗆𝖺𝗅. 𝖭𝗈𝖽𝖺-𝗇𝗈𝖽𝖺 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝗂𝗍𝗎 𝗌𝖾𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗍𝗂𝗆𝖻𝗎𝗅 𝖺𝗄𝗂𝖻𝖺𝗍 𝖽𝗈𝗌𝖺 (𝖧𝖱. 𝖠𝗍 𝖳𝗂𝗋𝗆𝗂𝖽𝗓𝗂 𝗇𝗈. 𝟥𝟥𝟥𝟦/𝖽𝖾𝗋𝖺𝗃𝖺𝗍 𝗁𝖺𝗌𝖺𝗇). 𝖭𝖺𝖻𝗂 𝖬𝗎𝗁𝖺𝗆𝗆𝖺𝖽 𝖲𝖠𝖶 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗆𝖾𝗐𝖺𝗇𝗍𝗂-𝗐𝖺𝗇𝗍𝗂, 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖽𝗂𝗋𝖺𝗐𝖺𝗍 𝗅𝖺𝗆𝖺-𝗅𝖺𝗆𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗄𝖺𝗋𝖺𝗍 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗁𝖺𝗅𝗇𝗒𝖺 𝖻𝖾𝗌𝗂 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗍𝖾𝗋𝗄𝖾𝗇𝖺 𝖺𝗂𝗋. 𝖧𝖺𝗅 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖾𝗋𝗎𝗃𝗎𝗄 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗁𝖺𝖽𝗂𝗍𝗌 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍:

عَنِ ابن عُمَرَ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ عَلَيهِ وَسَلٌمَ اِنٌ هذِهِ القُلُوبَ تَصدَأ الحَدِيدُ اِذَا أصَابَهُ المَاءُ، قِيلَ يَارَسُولَ اللٌهِ وَمَا جِلآوُهَا ؟ قَالَ كَثُرَةُ ذِكرِ الَموتِ وَتلآوَةُ القُرانِ. (رواه البيهقي)

𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘈𝘣𝘥𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘯 𝘜𝘮𝘢𝘳 𝘙𝘈. 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘙𝘢𝘴𝘶𝘭𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘚𝘈𝘞 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘣𝘥𝘢, “𝘚𝘦𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘳𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘳𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘴𝘪 𝘣𝘪𝘭𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘪𝘳.” 𝘉𝘦𝘭𝘪𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 “𝘞𝘢𝘩𝘢𝘪 𝘙𝘢𝘴𝘶𝘭𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩, 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢?” 𝘙𝘢𝘴𝘶𝘭𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘸. 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘣𝘥𝘢, “𝘔𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘈𝘭 𝘘𝘶𝘳’𝘢𝘯.” (𝘏𝘙 𝘉𝘢𝘪𝘩𝘢𝘲𝘪)



𝖳𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺 𝗂𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗄𝖾𝗆𝖺𝗍𝗂𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖠𝗅 𝖰𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗌𝗈𝗅𝗎𝗌𝗂 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗌𝗂𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗄𝖺𝗋𝖺𝗍. 𝖨𝗇𝖿𝗈𝗋𝗆𝖺𝗌𝗂 𝗂𝗇𝗂 𝗌𝖾𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗈𝖻𝗈𝗋 𝗉𝖾𝗇𝗒𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗀𝗂 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺𝗉𝗎𝗇 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗃𝗂𝗇 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖠𝗅 𝖰𝗎𝗋𝖺𝗇. 𝖲𝖾𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝗂𝗇𝗂 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗌𝗂𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗄𝖺 𝗌𝖾𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀 𝖼𝖾𝗋𝗆𝗂𝗇 𝗂𝗍𝗎 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗍𝗎𝗅𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖺𝗁𝖺𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗆𝗎𝗅𝗂𝖺𝖺𝗇.

𝖩𝖺𝖽𝗂, 𝖽𝗂 𝗌𝖺𝗆𝗉𝗂𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗂𝗇𝗀𝖺𝗍 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗆𝗉𝖾𝗋𝗌𝗂𝖺𝗉𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗄𝖺𝗅 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗎𝗃𝗎 𝗄𝖾𝗆𝖺𝗍𝗂𝖺𝗇, 𝗌𝗎𝗉𝖺𝗒𝖺 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝖾𝗋𝗄𝖺𝗋𝖺𝗍, 𝗀𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗃𝗂, 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗄𝖺𝗃𝗂, 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗄𝗍𝗎𝖺𝗅𝗂𝗌𝖺𝗌𝗂 𝖠𝗅 𝖰𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗒𝗈𝗀𝗒𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝗎𝖽𝖺𝗒𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗌𝖾𝗄𝗎𝗉 𝗍𝖾𝗋𝗄𝖾𝖼𝗂𝗅 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗍𝖺𝗇𝗀𝗀𝖺, 𝗌𝖾𝗄𝗈𝗅𝖺𝗁, 𝗄𝗈𝗆𝗎𝗇𝗂𝗍𝖺𝗌 𝖶𝖠𝖦, 𝗁𝗂𝗇𝗀𝗀𝖺 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗄𝖾𝗋𝗃𝖺. 𝖨𝗇𝗌𝗒𝖺𝗅𝗅𝖺𝗁 𝗌𝖾𝗆𝗈𝗀𝖺 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗁 𝗂𝗇𝗂 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗌𝗉𝗂𝗋𝗂𝗍 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗄𝖾𝗁𝗂𝖽𝗎𝗉𝖺𝗇 𝗄𝗂𝗍𝖺. 𝖶𝖺𝗅𝗅𝖺𝗁𝗎𝖺’𝗅𝖺𝗆.

#𝗌𝖾𝗅𝖿𝗋𝖾𝗆𝗂𝗇𝖽𝖾𝗋

ISTILAH LAIN DARI AL QURAN

Al Quran merupakan mukjizat agung yang diberikan Allah SWT secara eksklusif kepada Nabi Muhammad SAW sebagai "way of life". Menariknya, berdasarkan keistimewaan dan tujuan diturunkan, Al Quran memiliki sinonim yang seyogyanya diketahui setiap Muslim. Apa saja? Berikut sebagian diantaranya.

Pertama: Al Furqon
Maknanya Al Quran merupakan pembeda antara haq (kebenaran) dan bathil. QS. Al Furqon:1.

Kedua: Al Kitab
Maknanya Al Quran merupakan kitab yang mengumpulkan hukum-hukum syariat sebagai pegangan manusia selama hidupnya dan tidak diragukan kebenarannya. QS. Al Baqoroh:2.

Ketiga: Adz Dzikr
Maknanya Al Quran merupakan peringatan dalam bentuk tuntunan kepada umat manusia. QS. Al Hijr:9.

Keempat: At Tanzil
Maknanya Al Quran merupakan sesuatu yang 100% diturunkan Allah SWT (bukan buatan atau karangan manusia). QS. As Shu'ara:192.

Kelima: Al Wahyu
Maknanya Al Quran merupakan sesuatu kalam Allah atau pesan yang ditujukan kepada seluruh manusia tanpa terkecuali. QS. Al Anbiya:45.

Keenan: Asy Syifa'
Maknanya Al Quran merupakan obat bagi penyakit jasmani maupun rohani. QS. Yunus:57.

Ketujuh: Al Huda
Maknanya Al Quran merupakan petunjuk bagi hamba Allah (jin dan manusia). QS. Jin:13.

Kedelapan: Al Bayan
Maknanya Al Quran merupakan penjelas atau penerang untuk manusia. QS. Ali Imron:138.

Kesembilan: Al Busyro
Maknanya Al Quran merupakan kabar gembira bagi hambanya yang berserah diri. QS. An Nahl:102.

Kesepuluh: An Nuur
Maknanya Al Quran merupakan cahaya yang terang benderang. QS. An Nisa:174.

Wallahua'lam

#Al Quran is for ourselves not for our shelves.

SERIAL KEMATIAN KECIL

Pernah tahu lirik lagu ini: "Bangun tidur, tidur lagi. Bangun lagi, tidur lagi. Bangun, tidur lagi"?

Sudah belasan bahkan puluhan tahun, setiap malam kita memejamkan mata untuk melepaskan segala lelah fikiran dan fisik. Siapa pun menikmatinya, apalagi tidurnya nyenyak dan mimpi indah. Namun barangkali tidak kita sadari bahwa sudah bertahun-tahun juga kita melewati serial kematian kecil dalam hidup. 

Denyut jantung dan hembusan nafas berfungsi dengan sendirinya dan sangat bergantung kepada kehendak Allah SWT. Ketika sedang asyik tidur kita tidak sadar apapun yang sedang terjadi di sekeliling kita. Itu artinya semua di luar kendali kita. Hubungan dengan dunia terputus sementara dan pernafasan juga tidak mampu dikendalikan serta segala kemungkinan bisa saja terjadi saat itu.



Allah SWT bisa saja memilih untuk menahan atau mengembalikan nyawa ke jasad kita sesudah tidur. Andai Allah SWT tidak mengembalikan nyawa maka tentu kita tidak akan bangun lagi untuk selamanya. Tempat tidur yang kita anggap sebagai tempat yang relatif aman ternyata menjadi tempat dimana detak jantung kita berhenti. Astaghfirullah. 

Sungguh kematian itu bisa datang kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja, dengan cara apa saja, dan dalam keadaan apa saja. Sesungguhnya kita ini milik Allah SWT dan akan kembali kepada Allah SWT.    

Ya, umur adalah rahasia Allah SWT sekaligus karuniaNya. Nikmat umur ini tidaklah kekal, tetapi bersifat sementara sampai waktunya diambil oleh pemilik sejatinya. Bersyukur dengan umur berarti berikhtiar mengisi satuan waktu ini dengan senantiasa berusaha mendekatkan diri dengan Allah SWT dan membekali diri dengan amal-amal yang diridhoiNya.

Wednesday, 17 June 2020

DZIKIR PAGI DAN SORE AL MATSURAT VERSI SINGKAT

Sungguh doa adalah intisari ibadah. Bagi seorang hamba, berdoa merupakan salah satu upaya menjauhkan diri dari kesombongan sekaligus menunjukkan sikap tawakkal kepada Allah SWT. Salah satu dari sekian banyak doa yang disyariatkan dalam Islam yaitu dzikir pagi dan sore. Banyak sekali dalil-dalil baik Quran maupun Hadits yang menjelaskan tentang keutamaan kedua dzikir tersebut. Berangkat dari kepopuleran dzikir tersebut maka ulama menyebutnya dzikir Al-Matsurat. Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa doa dan dzikir Al-Matsurat dibagi dua yaitu kubro dan sughro. Berikut adalah dalil yang mendukung keutamaan dzikir pagi sore.

Dalil Quran

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama Allah), zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang (QS. 33:41-42).

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya) (QS. Qaf: 39).

Dalil Hadits

Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala mulai dari (waktu) sholat shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah mulai dari (waktu) sholat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak (HR. Abu Dawud: 3667, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Dalam kesempatan ini saya hendak berbagi doa dzikir Al-Matsurat sughro. Silakan klik link berikut ini. Semoga kita istiqomah dalam menjalani amalan mulia ini. Amin.

Dzkir pagi versi singkat (kurang dari 10 menit) hasil adaptasi dari MQ FM: https://youtu.be/BUnrpM6sS3s

Dzikir sore versi singkat (kurang dari 10 menit) hasil adaptasi dari MQ FM: https://youtu.be/gUOu4t7-P2o



Friday, 29 May 2020

𝐏𝐀𝐍𝐃𝐔𝐀𝐍 𝐌𝐈𝐍𝐈𝐌𝐀𝐋𝐈𝐒 𝐒𝐇𝐎𝐋𝐀𝐓 𝐃𝐀𝐍 𝐊𝐇𝐔𝐓𝐁𝐀𝐇 𝐈𝐄𝐃 𝐁𝐀𝐆𝐈 𝐊𝐄𝐏𝐀𝐋𝐀 𝐊𝐄𝐋𝐔𝐀𝐑𝐆𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐒𝐈𝐓𝐔𝐀𝐒𝐈 𝐂𝐎𝐕𝐈𝐃-𝟏𝟗

Bismillah. Himbauan Pray at Home (PAH) dari MUI selama masa covid-19 memberikan banyak ibroh/pelajaran bagi masyarakat khususnya para kepala keluarga. Mereka secara otomatis tampil menjadi pemimpin/imam dalam rangkaian ibadah wajib ataupun sunnah bagi seluruh anggota keluarga. Atas motivasi tersebut dan permintaan beberapa sahabat, berikut kami sampaikan sekadar panduan singkat dan minimalis bagi para kepala keluarga khususnya dan anggota keluarga lain pada umumnya tentang pelaksanaan sholat dan khutbah Ied Fitri di rumah dalam kondisi covid-19. Pada dasarnya boleh melaksanakan sholat Ied sendiri-sendiri atau berjamaah di rumah dengan alasan dhoruri seperti adanya pembatasan keluar karena kasus covid-19.

𝐊𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐦𝐮𝐥𝐚𝐢?
Setelah Matahari terbit dan setinggi tombak yaitu seperti awal waktu sholat Dhuha. Dimulai dengan sholat ied dan dilanjutkan dengan khutbah Ied.

𝐀𝐦𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐬𝐮𝐧𝐧𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧
Mandi besar, memakai wangi-wangian (khusus laki-laki), sarapan ringan, dan memperbanyak takbir.

𝐒𝐡𝐨𝐥𝐚𝐭 𝐈𝐞𝐝 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐭𝐚 𝐂𝐚𝐫𝐚𝐧𝐲𝐚
- Imam diutamakan yang bacaan Al Quran nya fasih.
- Sholat Ied berjumlah dua rakaat.
- Rakaat pertama 7x takbir dan membaca surat Al-A'la (setelah membaca Al Fatihah). Jika belum hafal boleh membaca surat pendek lainnya.
- Rakaat kedua 5x takbir dan membaca surat Al Ghosiyah (setelah membaca Al Fatihah). Jika belum hafal boleh membaca surat pendek lainnya.

𝐍𝐨𝐭𝐞: Takbir-takbir selain takbirotul ihram dan takbir intiqol (perpindahan) merupakan takbir zawaid/tambahan. Maknanya jikalau tidak sesuai pada hitungan 7x/5x (lebih atau kurang) maka tidak mempengaruhi keabsahan sholat.

𝐑𝐮𝐤𝐮𝐧 𝐊𝐡𝐮𝐭𝐛𝐚𝐡 𝐈𝐞𝐝

𝘗𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢: 𝘏𝘢𝘮𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩
Memuji Allah SWT dengan mengucapkan berbagai macam pujian. Misal: Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia.

𝘒𝘦𝘥𝘶𝘢: 𝘚𝘩𝘰𝘭𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘙𝘢𝘴𝘶𝘭𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘩𝘢𝘭𝘭𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶 𝘢𝘭𝘢𝘪𝘩𝘪 𝘸𝘢𝘴𝘢𝘭𝘭𝘢𝘮
Ucapan apapun yg isinya ada sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Misal:
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ ﷺ
Ya Allah semoga sholawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

𝘒𝘦𝘵𝘪𝘨𝘢: 𝘗𝘦𝘴𝘢𝘯 𝘛𝘢𝘲𝘸𝘢
Mengucapkan wasiat Taqwa kepada jamaah. Misal :
(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ)
[Surah Aal-E-Imran 102]

𝘒𝘦𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵: 𝘔𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘢𝘺𝘢𝘵 𝘈𝘭 𝘘𝘶𝘳𝘢𝘯
Mengucapkan dalil Quran dengan jelas. Misal: surat Al Baqoroh ayat 155-157 tentang hakikat musibah dan urgensi bersabar dalam menghadapi musibah. Baca ayatnya, terjemahnya dan ambil kesimpulan nya.

𝘒𝘦𝘭𝘪𝘮𝘢: 𝘉𝘦𝘳𝘥𝘰𝘢 𝘶𝘵𝘬 𝘮𝘶𝘴𝘭𝘪𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘬𝘮𝘪𝘯𝘶𝘯
Berdoa dengan doa-doa yang populer yg sebagian isinya doa memohon ampunan untuk muslimun dan mukminun, doa wabah, dan lain-lain. Misal:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ
Doa di atas masih bisa ditambah dengan doa-doa lainnya.

𝐓𝐞𝐤𝐧𝐢𝐬 𝐊𝐡𝐮𝐭𝐛𝐚𝐡 𝐈𝐞𝐝
Secara umum khutbah dilakukan sekali saja (beda dg khutbah Jum'at) dengan mengamalkan kelima rukun di atas secara berurutan. Disela-sela khutbah disunnahkan takbir.
Demikian panduan minimalis ini disusun dengan merujuk dalil-dalil naqli dan pendapat jumhur ulama. Pada prinsipnya ibadah dalam Islam tidak ada yang memberatkan penganutnya. Sebagai hamba, kita hanya diminta untuk selalu mengingat Allah SWT dengan beribadah secara ikhlas dan sesuai syariat dalam situasi apapun dan dimanapun. Semoga bermanfaat dan kita semua dimudahkan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Amin.
Wallahua'lam

(Johor Bahru, 12 Ramadhan 1441 / 5 Mei 2020)
Penulis: Noor Saif Muhammad Mussafi 

Wednesday, 25 June 2008

Terjemahan Al-Quran Bahasa Indonesia

Untuk memudahkan dalam memahami content AlQuran, saudara kita Isa Romansyah mencoba membuat Terjemahan AlQuran Bahasa Indonesia (versi Depag) dalam format sederhana (tanpa perlu menginstall). Ditambah ada fasilitas search yang semakin memudahkan kita dalam mencari kata-kata penting dalam AlQuran. Wallahua'lam.

Monggo link nya disini.

Monday, 23 June 2008

Riyad-us Saliheen (239)

Sungguh mulia ajaran Islam, salahsatunya dalam hal bagaimana hendaknya seorang muslim menghormati muslim lainnya. Sebuah nilai toleransi luar biasa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umatnya. Mari kita simak hadits berikut yang berisi lima kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya. Semoga bermanfaat.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Kewajiban seorang Muslim terhadap orang Muslim yang lain itu ada lima perkara yaitu menjawab salam, mengunjungi yang sakit, mengantar jenazahnya, mendatangi undangannya dan bertasymit kepada yang bersin - yakni kalau seseorang bersin dan mengucapkan Alhamdulillah, maka yang mendengar hendaklah mentasymitkan - mendoakan - dengan mengucapkan: Yarhamukallah, artinya: Semoga Allah merahmatimu, kemudian yang bersin itu menjawab: Yahdikumullah wa yushtihu balakum, artinya: Semoga Allah memberi petunjuk padamu dan memperbaiki hatimu." (Muttafaq 'alaih)

Saturday, 10 May 2008

Cinta kepada saudara

Hari ini adalah hari Jum'at. Kebetulan di masjid Chemnitz yang bertindak selaku khotib adalah brother Fauzi dari Libya. Karena khutbahnya dalam bahasa Arab, sehingga tidak semua kosakata bisa saya cerna dengan baik. Meskipun demikian, satu hal yang menarik dan melekat di pikiran saya dari apa yang beliau sampaikan yaitu tentang bagaimana Islam mengajarkan umatnya untuk mencintai saudaranya.

Hal ini berdasar pada hadits Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda: "Tidak sempurna keimanan seseorang sehingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri". (HR.Bukhori).

Bila kita mencermati hadits ini, maka satu kata yang mungkin keluar dari lisan kita adalah subhanallah, betapa Islam sangat memperhatikan bagaimana seorang muslim hendaknya bersikap terhadap saudaranya. Sedikit merefleksi diri, kadangkala kita masih memberi saudara kita sesuatu yang tidak kita sukai. Nah, dalam hadits ini terkandung sebuah pelajaran yang berharga, salahsatunya bahwa sebelum kita memberi sesuatu kepada saudara, hendaknya kita tanya kepada diri sendiri dahulu apakah sesuatu tersebut bagus, kita sukai, dan sejenisnya. Bila iya, maka berikanlah kepada saudara kita tapi bila tidak hendaknya kita mengurungkan niat kita. Memang kadangkala tidak mudah untuk memberikan sesuatu yang kita cintai, ini disebabkan cinta dunia berlebihan. Oleh karena itu diperlukan ketulusan, kelapangan hati, dan keikhlasan untuk melakukannya.

Insyaallah dengan mencintai saudara kita layaknya mencintai diri sendiri akan muncul kekeluargaan dan kasih sayang diantara kita, bahkan di lain kesempatan Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda: "Saling memberi hadiahlah, niscaya kamu akan saling mencintai". (HR Al Bukhari). Semoga manfaat. Wallahua'lam.

by Norsa

Saturday, 26 April 2008

Sayyid Al-Istighfar

Pembaca yang budiman, semua orang pasti pernah berbuat salah termasuk Nabi Muhammad SAW. Hal ini tidak terlepas dari fitrah manusia sebagai hamba Allah SWT yang bisa salah dan lupa. Dalam suatu kesempatan Nabi Muhammad SAW pernah memberikan nasehat yang isinya kurang lebih "....dan hendaknya kalian menambal atau menebus kesalahan dengan kebaikan, niscaya dengan kebaikan itu maka akan terhapuslah kesalahan kalian...". Toh demikian kita tidak boleh merasa puas dengan kebaikan yang sudah kita lakukan, karena kita tidak akan pernah tahu apakah kebaikan kita ini sudah cukup untuk menebus atau menambal kesalahan yang kita lakukan. Sehingga Nabi Muhammad SAW, seorang hamba yang akhlaqnya mencerminkan Al Qur'an, mengajarkan kita untuk memperbanyak istighfar memohon ampun kepada Allah SWT. Bahkan beliau melakukannya lebih dari 100 kali dalam sehari.

Induk dari istighfar biasa dikenal dengan istilah sayyid al-istighfar. Hal ini berdasar pada hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori. Rasulullah SAW bersabda: "Sayyid Al-Istighfar adalah engkau mengucapkan

اللهم انت ربي, لا اله الا انت, خلقتني وانا عبدك, وانا على عهدك ووعدك ما استطعت, اعوذ بك من شر ما صنعت, ابوء لك بنعمتك على وابوء بذنبي, فاغفر لي, فانه لا يغفر الذنوب الا انت


cara baca: Allahumma Anta Robbi, laailaha illa Anta, khalaqtanii, wa ana 'abduka, wa ana 'ala ahdika, wa wa'dika mastatho'tu, a'udzubika min syarri maa shona'tu, abu-u laka bini'matika 'alayya, wa abu-u bizanbii, faghfirlii, fainnahu, la yaghfirudzdzunuba illa Anta

Beliau (Rasulullah SAW) berkata lagi: Barangsiapa yang mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan (kesungguhan hati) kemudian meninggal pada hari itu sebelum tiba waktu sore maka dia masuk syurga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan (kesungguhan hati) kemudian meninggal sebelum tiba waktu pagi maka dia masuk syurga". (HR. Bukhori)

Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Thursday, 24 April 2008

GMT Greenwich saatnya beralih ke Waktu Makkah

Sejumlah pakar Islam di bidang geologi dan ilmu syariah mulai mengkampanyekan persamaan waktu dunia dengan merujuk waktu Makkah Mukarramah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengganti persamaan waktu Greenwich yang selama ini digunakan banyak penduduk dunia. Karena menurut sejumlah kajian ilmiah, Makkah-lah yang menjadi pusat bumi.

Persoalan ini mencuat dalam Konferensi Ilmiah bertajuk "Makkah Sebagai Pusat Bumi, antara Teori dan Praktek". Konferensi yang diselenggarakan di ibukota Qatar, Dhoha pada Sabtu (19/4), menyimpulkan tentang acuan waktu Islam berdasarkan kajian ilmiah yakni Makkah, dan menyerukan umat Islam agar mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich. Makkah Mukarramah dinyatakan sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia, dan di sekeliling Ka'bah yang ada di Makkah berkeliling kaum muslimin yang melakukan Thawaf dari kiri ke kanan, ke balikan dari acuan waktu Greenwich dari kanan ke kiri.

Dalam konferensi yang juga dihadiri oleh Syaikh DR. Yusuf Al-Qaradhawi dan juga sejumlah pakar geologi Mesir seperti DR. Zaglul Najjar yang juga dosen ilmu bumi di Wales University di Inggris serta Ir Yaseen Shaok, seorang saintis yang mempelopori jam Makkah. DR. Qaradhawi dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya agar umat Islam dan juga dunia menggunakan acuan waktu ke Makkah sebagai acuan waktu yang sejati, karena Makkah adalah pusat bumi. Dalam sambutannya di awal
konferensi ini, ia menjelaskan juga mengapa Makkah dipilih sebagai pusat bagi bumi dan kenapa Allah swt menjadikan Baitul Haram sebagai kiblat bagi umat Islam. Qaradhawi yang juga ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional itu mengatakan, Kami menyambut kajian ilmiah dengan hasil yang menegaskan kemuliaan kiblat umat Islam. Meneguhkan lagi teori bahwa Makkah merupakan pusat bumi adalah sama dengan penegasan jati diri ke-Islaman dan menopang kemuliaan umat Islam atas agama, umat dan peradabannya. Qaradhawi juga menyampaikan bahwa tidak ada pertentangan dalam Islam antara ilmu dan agama sebagaimana yang terjadi di agama dan peradaban lain.

Terkait Makkah sebagai pusat bumi, DR. Zaglul Najjar mengatakan bahwa hal itu memang benar berdasarkan penelitian saintifik yang dilakukan oleh DR. Husain Kamaluddin bahwa ternyata Makkah Mukarramah memang menjadi titik pusat bumi. Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh The Egyptian
Scholars of The Sun and Space Research Center yang berpusat di Kairo itu, melukiskan peta dunia baru, yang dapat menunjukkan arah Makkah dari kota-kota lain di dunia. Dengan menggunakan perkiraan matematik dan kaidah yang disebut "spherical triangle" Prof. Husein menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada di tengah-tengah daratan bumi. Sekaligus membuktikan bahwa bumi ini berkembang dari Makkah.

source: eramuslim.com

Wednesday, 2 April 2008

Wudhu seperti Nabi Muhammad SAW

Wudhu merupakan salah satu kegiatan yang paling sering kita lakukan setiap hari. Di samping merupakan syarat sahnya sholat, wudhu juga merupakan penghapus dosa-dosa dan menjadi sebab diangkat derajat pelakunya. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda: “Tidaklah ada seorangpun diantara kalian yang berwudhu, memperbaiki wudhunya, kemudian sesudah selesai berdoa:

اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله

cara baca: Ashhadu anlaa ilaaha illallaahu wahdahu laa shareekalahu washhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasooluhu

kecuali akan dibukakan baginya 8 pintu syurga, dan ia boleh masuk dari pintu manasaja yang dikehendakinya". (HR. Abu Daud)
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya wudhu bagi kita. Pertanyaannya, sudah benarkah cara berwudhu kita seperti apa yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW? Lebih lengkapnya mari kita pelajari bersama-sama sifat wudhu Nabi Muhammad SAW melalui file pdf ini.

Selamat belajar...

Monday, 21 January 2008

Riyad-us Saliheen (bab mujahadah)

Hadits 1
Dari Anas (semoga Allah SWT meridloinya), Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seorang hamba mendekat kepadaku (Allah) sejengkal maka Aku akan mendekatinya sehasta, jika dia mendekat kepadaku sehasta maka Aku akan mendekatinya sedepa, dan jika dia mendatangiku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari". (HR. Bukhori).
Komentar: Menunjukkan betapa Allah SWT sangat dekat dengan hambaNya bahkan melebihi kedekatan hamba kepadaNya.

Hadits 2
Dari Ibnu Abbas (semoga Allah SWT meridloinya), Rasulullah SAW bersabda: "Ada dua nikmat yang sering diremehkan kebanyakan manusia, yaitu sehat dan waktu luang". (HR. Bukhori).
Komentar: Sungguh berharganya sehat dan waktu luang bagi seorang muslim. Sehat itu tidak terkira harganya, barangkali seseorang baru akan menyadari nikmatnya sehat ketika sedang sakit. Oleh karena itu Rasulullah SAW mengingatkan kita selagi sehat hendaknya selalu ingat Allah SWT. Begitupula dengan waktu luang yang kadangkala melenakan kita. Sudah seharusnya kita memanfaatkan waktu luang kita untuk beramal sebanyak-banyaknya sebagai bekal di akherat kelak.

Hadits 3
Dari Anas (semoga Allah SWT meridloinya), Rasulullah SAW bersabda: "Seseorang yang meninggal itu diiringi tiga hal, yaitu keluarga, harta, dan amalnya. Yang dua akan pulang dan yang satu akan tetap bersamanya. Maka keluarga dan hartanya akan pulang sedangkan amalnya akan tetap bersamanya". (Muttafaqun 'alaih)
Komentar: Keluarga dan harta hanyalah perhiasan dunia, keduanya hanya merupakan kenikmatan sementara dan tidak akan menemani si mayit. Hanyalah amal yang akan membersamainya menuju akhirat. Oleh karena itu tidak ada bekal yang layak kita siapkan untuk menghadapi akhirat kecuali amal sholih tentunya.

Hadits 4
Dari Abu Sofwan (semoga Allah SWT meridloinya), Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya". (HR. Tirmidzi, Hadits Hasan).
Komentar: Sungguh beruntung manusia yang dianugerahi umur panjang dan mampu memaksimalkannya dengan banyak berbuat kebaikan. Sebaliknya sungguh merugi orang yang panjang umurnya akan tetapi banyak berbuat dosa.

Source: Kitab Riyad-us Saliheen (by Yahya ibn Sharaf al-Nawawi)

Friday, 18 January 2008

Riyad-us Saliheen (bab muroqobah)

Hadits 1
Dari Abu Dzar dan Muadz bin Jabbal (semoga Allah SWT meridloi keduanya), Rasulullah SAW bersabda: "Bertaqwalah kepada Allah dimana saja kalian berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu dapat menghapus keburukan, dan berperilaku baiklah kepada orang lain". (HR. Tirmidzi, Hadits Hasan)
Komentar: Kebaikan dapat menghapus keburukan (maksudnya dosa). Akan tetapi ini hanya berlaku untuk dosa kecil, sedangkan dosa besar hanya bisa diampuni jika sang pelaku bertobat kepada Allah SWT dengan sepenuh hati.

Hadits 2
Dari Abu Hurairah (semoga Allah SWT meridloinya), Rasulullah SAW bersabda: "Salah satu indikasi kualitas keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang sia-sia". (HR. Tirmidzi, Hadits Hasan)
Komentar: Perbuatan sia-sia hanya akan mendatangkan kerugian bagi pelakunya karena sesungguhnya waktu itu berjalan dan takkan terulang kembali.

Source: Kitab Riyad-us Saliheen (by Yahya ibn Sharaf al-Nawawi)

Thursday, 17 January 2008

Riyad-us Saliheen (bab sabar)

Hadits 1
Dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan (semoga Allah SWT meridloinya) berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh menabjubkan urusan orang beriman, sesungguhnya semua urusan adalah baik baginya. Jika memperoleh kelapangan dia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ditimpa kesempitan dia bersabar, maka itu baik baginya". (HR. Muslim)
Komentar: Hadits ini mengingatkan kita sebagai muslim agar tidak lupa kepada Allah SWT di saat kaya, lapang, atau sehat, tetapi bersyukur dengan segala nikmatNya. Di lain sisi kita juga di saat miskin, sempit, ditimpa musibah atau sakit tidak diperkenankan untuk memberontak, meratap, mengomel dengan ketentuan Allah yang telah terjadi.

Hadits 2
Dari Abu Hurairah (semoga Allah SWT meridloinya), sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Bukanlah pemuda yang kuat itu yang pandai berkelahi (kekar). Akan tetapi pemuda yang kuat adalah yang bisa mengendalikan hawa nafsunya di saat marah". (Muttafaqun 'alaih)
Komentar: Hadits ini mengingatkan kita sebagai pemuda yang relatif labil emosinya agar bisa menjaga nafsu dari marah, karena demikianlah pemuda kuat versi Rasulullah SAW.

Source: Kitab Riyad-us Saliheen (by Yahya ibn Sharaf al-Nawawi)

Friday, 4 January 2008

Puasa 2008

Ketika Islam melarang berpuasa pada hari-hari tertentu, maka Islam pun menganjurkan
kepada umatnya agar berpuasa pada hari-hari yang Rasulullah sendiri biasa melakukannya. Berikut adalah jadual 'Puasa Sunnah' sesuai penanggalan Masehi. Tahun 2008. Semoga manfaat.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
1. Puasa tiap hari Senin dan Kamis.

2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan - 'shaumul biidh' -
Yakni pada tanggal 13.14.15 - penanggalan Islam - (saat bulan purnama).
- 22, 23, 24 Januari 2008 / Muharram 1429 H
- 20, 21, 22 Februari 2008 / Shafar 1429 H
- 21, 22, 23 Maret 2008/ Rabi'ul Awwal 1429 H
- 20, 21, 22 April 2008/ Rabi'ul Akhir 1429 H
- 19, 20, 21 Mei 2008/ Jumadil Awwal 1429 H
- 17, 18, 19 Juni 2008/ Jumadil Akhir 1429 H
- 16, 17, 18 Juli 2008/ Rajab 1429 H
- 15, 16, 17 Agustus 2008/ Sya'ban 1429 H

Puasa Ramadhan 1429 H : 1 September 2008 - 30 September 2008.

- 13, 14, 15 Oktober 2008/ Syawwal 1429 H
- 11, 12, 13 November 2008/ Dzulqa'idah 1429 H
- 12, 13 Desember 2008/Dzulhijjah 1429H.
11 Desember 2008 bertepatan dengan hari tasyriq - 13 Dzulhijjah 1429 H.
Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa.

3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 11 Desember 2007 - 9 Januari 2008 / Dzulhijjah 1428 H
Antara 29 November 2008 - 28 Desember 2008/ Dzulhijjah 1429 H
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Yakni : 7 Desember 2008/ 9 Dzulhijjah 1429 H

Tidak diperkenankan berpuasa :
Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah/ 8 Desember 2008
Hari tasyriq - 11, 12, 13 Dzulhijjah/ 9, 10, 11 Desember 2008/ Dzulhijjah 1429 H

4. Puasa bulan Muharram - 'Asyura' selama 3 (tiga) hari - tanggal 9,10,11 Muharram.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu'a dan 'Asyura )
Yakni : 18, 19, dan 20 Januari 2008/ Muharram 1429 H.

5. Puasa pada sebagian bulan Sya'ban.
Antara 3 Agustus - 31 Agustus 2008.

6. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal.
Antara 2 Oktober - 29 Oktober 2008.
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal - 1 Oktober 2008.

7. Puasa Daud - berpuasa berselang-seling.
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.

Ringkasan - Referensi :
Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani
Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Penanggalan Tahun 2008 - Penerbit Gema Insani.

Iman bukan sekedar di hati

Ada sebuah ungkapan "Iman seseorang itu kadang naik dan kadang turun". Ibaratnya handphone keimanan juga perlu dicharge agar senantiasa full. Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa iman itu di dalam hati saja. Bila kita kembali kepada definisi keimanan yaitu percaya dalam hati adanya zat Allah SWT, mengatakan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota tubuh (beribadah), maka bisa disimpulkan secara sederhana bahwa iman bukan sekedar di hati. Akan tetapi iman itu akan naik/bertambah/meningkat dengan ketaatan kepada Allah SWT dan sebaliknya akan turun/berkurang/menurun dengan kemaksiatan. Insyaallah semakin kita dekat dengan Allah SWT maka keimanan kita secara otomatis akan mengalami peningkatan dengan sendirinya. Wallahu a'lam.

by Norsa

Tuesday, 1 January 2008

Be a better moslem in 2008

Islam mengajarkan kita agar selalu berusaha sekuat tenaga untuk berbicara dan berbuat yang lebih baik dari masa ke masa. Ini artinya Islam adalah agama yang dinamis, menginginkan umatnya selalu melakukan pergerakan menuju ke arah kebaikan. Bisa kita bayangkan betapa indahnya jika seluruh umat Islam memahami dan mengamalkan hal ini, niscaya Allah SWT akan menurunkan keberkahan dari langit maupun bumi. Dan dengan "keberkahan" inilah yang menjadikan seseorang merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya. So, be a better moslem in 2008.

By Norsa

Monday, 24 December 2007

Adab-adab Keseharian Muslim

Keseharian seorang muslim wajib selalu terikat hukum syariat. Kehidupan muslim yang terbaik adalah mengikatkan diri dengan adab-adab yang telah dituntunkan Rasulullah sholollah alaihi wassalam. Mulai dari mau tidur, saat tidur dan setelah bangun. Segala aktifitasnya pasti terikat pada sunah-sunah Rasul, tata kehidupan nabi, para sahabat dan ulama’. Panduan kehidupan muslim parktis dan singkat di bawah ini diharapkan bermanfaat untuk memberi peluang meningkatnya keimanan, ketaqwaan, prilaku santun dan berbudaya. Bagaimana jadinya prilaku seseorang jika dibiarkan tanpa berjalan di atas adab-adab yang dikendalikan oleh syariah. Mungkin seperti prilaku binatang. Atau mungkin lebih jahat. Lebih buruk dari binatang. Jika binatang berprilaku buruk hanya karena instinknya sedangkan kita berprilaku buruk karena otak kita. Keburukan yang dimanagemeni? Wahhh, pasti dasyat.

A. TERKAIT DIRI SENDIRI

a. TIDUR
1. Mencuci kaki, tangan agar terjaga kebersihan
2. Berdo’a sebelum tidur
3. Diusahakan dalam keadaan suci, memiliki wudlu
4. Sholat witir sebelum tidur jika dikwatirkan tidak mampu bangun malam
5. Tirulah posisi tidur Rasulullah, Insya Allah jika diperlukan kita bahas tersendiri

b.MAKAN
1.Cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
2.Diimulai dengan “basmalah” kemudian dilanjutkan do’a sebelum dan sesudah makan.
3.Niatlah makan agar kuat dalam beribadah pada Allah Ta’ala
4.Makan yang tersedia tidak pilih-pilih makanan
5.Dengan tangan kanan.
6.Jangan berdiri, berjalan dan atau tidur-tiduran.
7.Hargai makanan sebagai rezeki karena itu jangan mencacatnya walau tidak disuka.
8.Usahakanbersama-sama.
9.Berhenti sebelum kenyang, tidak boleh berlebihan, tidak terlalu kenyang
10.Memulai ambil makanan dari pinggir
11.Ambil makanan yang terdekat dan atau terjangkau tangan
12. Hendaknya tidak bersisa makanan yang telah diambilnya, itu mubadzir, jadi sampah.
13. Makanan yang panas tidak boleh ditiup, nanti hingga dapat dimakan, tidak ditiup.
14. Akhiri dengan hamdalallah sebagai rasa syukur dan dilanjutkan do’a

c. MINUM
1.Dimulai “basmalah”.
2.Gunakan tangan kanan.
3.Jangan sambil berjalan dan tidur-tiduran atau berdiri (bolehnya minum sambil berdiri hanya sekali-kali saja, bukan kebiasaan)
4.Tidak mencacat minuman
5.Tidak menghembuskan nafas dalam minum

d. BELAJAR
1.Dimulai dengan do’a awal majlis atau do’a belajar.
2.Usahakan punya wudlu sehingga dalam keadaan suci dari hadats.
3.Pakain harus nutup aurot (sopan, rapi)
4.Akhiri dengan do’a akhir majlis

e. MAJLIS
1.Memberi salam jika majlis belum dimulai, jika sudah dimulai kita terlambat tidak perlu memberi salam
2.Mendengar dan memperhatikan majlis, tentu tidak gaduh
3.Jika akan meninggalkan majlis mintalah izin
4.Akhiri masjili dengan istigfar atau do’a akhir majlis
5.Usahakan bersalaman sebelum pisah

f. DI KAMAR MANDI
1.Do’a masuk dan keluar
2.Tidak sebut namaAllah
3.Tidak bawa barang yang bertulisan nama-nama Allah
4.Kaki kiri dulu saat masuk
5.Kaki kanan saat keluar
6.Tidak menghadap arah kiblat atau membelakanginya
7.Bersihkan kotoran di tubuh atau di lantai yang ditinggalkannya
8.Jangan disertai ngobrol, gurai, nyanyi-nyanyi

g. PAKAIAN
1.Pilih pakaian yang nutup aurat.
2.Memulai dari bagian kanan, dan bila melepas memulainya dari bagian kiri.
3.Baca do’a
4.Pakaian bukan untuk pamer atau sombong
5.Untuk wanita gunakan pakaian yang longgar, tidak menampakkan lekuk tubuh

h. Di JALAN.
1.Berjalan tidak dengan kesombongan
2.Jangan gurau atau bernyanyi-nyanyi, nanti dikira orang gila. Bahaya lhoo jika gila beneran
3.Tentu tidak boleh ganggu orang lain, usil, bersiul-siul, ngeledek dan lainnya
4.Gunakan pinggir, trotoar, jika di tengah jalan ditabrak truk
5.Lihat arah depan
6.Ucapkan salam jika ketemu sesama muslim

i. PERGI
1.Saat akan pergi mintalah izin atas orang yang berkuasa pada diri kita saat itu.
2.Baca do’a ketika keluar rumah
3.Baca do’a saat naik kendaraan
4.Pakaian harus nutup aurot
5.Hindari segala kemaksiatan
6.Kusus untuk wanita harus dengan mahramnya
7.Waktu yang baik siang hari
8.Jika rombongan harus ada amir safar
9.Jika urusan tuntas segeralah pulang
10. Bawalah oleh-oleh yang ada di rumah
11. Bawalah bekal sesuai kondiri diri anda, negeri anda atau keadaan saat itu

j. JENGUK ORANG SAKIT
1.Bacalah do’a untuk kesembuhannya.
2.Tanyakan kondisi kesehatannya
3.Beri semangat untuk kesembuhan
4.Secukupnya jangan menjadi beban yang sakit
5.Bawalah hadiah
6.Saling mendo’akan


B. TERKAIT PERGAULAN

a. BERGURAU
1.Canda harus disertai dengan kebenaran.
2.Tidak disertai dusta.
3.Tidak tertawa terbahak-bahak.
4.Saat bergurau tidak boleh menyakiti hati teman dan mengumpat.

b. BERGAUL
1.Pilih yang sholeh, yang mengarahkan ke kebaikan
2.Rendah hati dan tidak sombong
3.Saling mengasihi dan menyayangi
4.Menjaga teman dari ganggungan pihak lain
5.Saling menolong
6.Saling menasehati
7.Saling memaafkan
8.Jaga jangan ada perselisihan.

c.SAAT BERTAMU
1.Ketuk pintu atau minta izin
2.Ucapkan salam ketika mau masuk rumah.
3.Berdiri di samping pintu tidak di tengah pintu.
4.Tidak mengusai pembicaraan, lebih baik mendengar
5.Minta izin jika akan ke kamar kecil atau memiliki keperluan
6.Jika ada rezeki membawa hadiah saat bertamu

d.SESAMA TETANGGA
1.Jaga keselamatan tetangga
2.Jangan ada rasa iri dengki
3.Jaga perasaa tetangga sehingga kita tidak memamerkan atau memanas-manasi
4.Jenguk saat sakit.
5.Ta’ziyah jika ada yang meninggal dunia
6.Saling menolong
7.Sesering mungkin memberi hadiah
8.Saling memaafkan atas kesalahan
9.Musik dan atau keramaian di rumah kita jangan mengganggu ketenangan istirahat tetangga.
10. Jika di rumah kita ada tamu bermalam, sampaikan ke tetangga tamu kita agar tidak ada kecurigaan
11. Jika ada amanah untuknya segera sampaikan


C. TERKAIT IBADAH

a. WUDHU
1.Mulailah dengan baca basmalah dan bersiwak.
2.Membasuh kedua telapak tangan.
3.Berkumur
4.Menghisap air ke hidung..
5.Usap jenggot bagi bapak-bapak
6.Membersihkan jari-jari
7.Memulai dari yang kanan
8.Gunakan air yang baru setiap memulai basuhan
9. Do’a di tengaj wudlu
10. Do’a sesudah wudlu

b. TAYAMMUM
1.Mulailah dengan basmalah
2.Bertayammum hanya dilakukan jika tidak ada air atau saat ada luka atau sakit
3.Pilihlah debu yang baik, bersih, tidak yang kotor penuh kuman

c. ADZAN
1.Dalam keadaan suci
2.Dengan berdiri, hadap kiblat.
3.Menghadapkan kepala, leher dan dada ke arah kanan saat baca “Hayya alas Shalat” ke kiri saat baca “Hayya alal Falah”.
4.Suara yang merdu serta keras
5.Jangan diselingi berbicara
6.Baca do’a seusai adzan.

d. SHALAT
1.Diusahakan berjama’ah.
2.Di awal awal waktu paling tidak tepat waktu
3.Tempelkan pundak, lutut dan mata kaki dengan di sebelahnya.
4.Berpakaian menutupi aurat
5.Bersiwak,
6.Baca do’a masuk shaf.
7.Menjawab “amin” ketika imam membaca “waladhalliin”.
8.Tuma’niniah
9.Arahkan pandangan ke tempat sujud.
10.Bagi kaum lelaki membuka mata kaki tidak isbal.
11.Duduk istirahah (sebelum berdiri)

e. DO’A
1.Dalam kondisi suci
2.Pilih lafal do’a dari Rasulullah.
3.Mulailah dengan hamdalah dan shalawat nabi.
4.Usahakan hadap kiblat
5.Disertai keyakinan bahwa do’a akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala
6.Angkat tangan
7.Pilih waktu-waktu mustajab

f. MASJID
Terkait dengan keutamaan masjid makan harus diperhatikan adab-adab:
1.Dahulukan kaki kanan
2.Baca do’a saat masuk
3.shalat tahiyatul masjid dua rakaat
4.Ber-i’tikaf
5.Tidak jalan, lewat di depan orang yang sedang shalat
6.Berpakain nutup aurat
7.Jaga kebersihan dan kesucian masjid.
8.Tidak meludah di dalam masjid
9.Keluar masjid dengan kaki kiri dulu
10.Baca do’a keluar masjid

g.TADARUS QUR’AN
1.Dalam keadaan suci
2.Dimulai dengan ta’awwudh dan basmalah.
3.Baca secara tartil
4.Usahakan suara merdu
5.Menghayati isi kandungan dan maksud dari bacaan

D. TERKAIT ORANG YANG HARUS DIMULYAKAN

Dalam agama kita terdapat aturan yang jelas bagaimana seorang anak harus berbakti pada kedua orang yang harus dimulyakan. Adab-adabnya sangat rinci dan jelas. Paling tidak adalah:

Pertama untuk kedua orang tua kita:
1.Taati semua perintahnya
2.Bicaralah dengan lemah lembut
3.Tidak membuang muka
4.Tidak bermuka masam
5.Minta izin jika akan keluar rumah atau melaksanakan keperluan lainnya
6.Jawablah paggilannya dengan segera, sesegera mungkin
7.Muliakanlah para sahabat orang tua kita
8.Selalu mendoakan
9.Mendahulukan kepentingan kedua orang tua kita dibanding kepentingan diri sendiri
10. Pahami perasaan dan bahasa tubuh
11. Jangan membantah jika tidak setuju
12. Sampaikan segala permintaan sesuai kondisi kedua orang tua kita

Kedua untuk guru-guru kita:
1.Ambil dan laksanakan nasehatnya
2.Hormati guru-guru kita sebagaimana kita hormati orang tua kita
3.Do’akan setiap saat
4.Cium tangannya setiap kali bertemu dengan tawadlu’
5.Bershilaturahim jika ada rezeki alangkah mulyanya dengan membawa hadiah
6.Segera jenguk bila beliau sakit

Tulisan singkat ini diharapkan jadi panduan praktis hidup dalam naungan syariah. Kedamaian dalam payung syariah akan kita temukan.

by Imam Mawardi

Monday, 17 December 2007

32 Cara Berbakti kepada Orangtua

1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan ah kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.
2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.
3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.
4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.
5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhl dalam menuntut ilmu.
6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.
7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, ya ibu, ya ayah.
8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat.
9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.
10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.
11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka.
12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu.
Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka.
13. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.
14. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka.
15. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan) makanan dan minuman.
16. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.
17. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.
18. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.
19. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan-kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat.
20. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua.
21. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka. 22. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak-anakmu.
23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.
24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu.
25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.
26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua orangtuamu.
27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara diam-diam.
28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu.
Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syariat karena syariatlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.
29. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.
30. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya". (Muttafaqun alaihi).
31. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat.
32. Banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan, Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Wahai Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil.

by Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Saturday, 1 December 2007

Life Problem

Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia mengajukan enam pertanyaan. Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya.
Imam Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "mati". Sebab kematian adalah janji Allah SWT. "Setiap yang bernyawa (pasti) akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185). Lalu Imam Ghazali meneruskan pertanyaan kedua, "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar.
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Siapa pun kita, bagaimana pun kita, dan betapa kayanya kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Imam Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga, "Apa yang paling besar di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghazali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu".
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu. Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka. Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?" Di antara muridnya ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban hampir benar, kata Imam Ghazali, tapi yang paling berat adalah "memegang amanah." Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?" Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan "shalat".
Lalu pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang...?" Benar kata Imam Ghazali, tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan kematian, senantiasa belajar dari masa lalu, dan tidak memperturutkan nafsu? Sudahkah kita mampu mengemban amanah sekecil apapun, senantiasa menjaga shalat, dan selalu menjaga lisan kita?

by Bahron Anshori
source: Republika newspaper